Memilihih Karir dan “Kari”

Beberapa waktu belakagan ini saya lagi bingung memilih antara “karir” dan “kari”. Maksud saya begini. Kebetulan saya punya perusahaan kecil – kecilan, katakanlah sebuah start up company yang baru didirikan beberapa bulan lalu.  Jauh sebelum itu saya sebetulnya sudah menjalankan usaha jasa konsultasi, pengembangan jaringan inter/intra/extra, sistem informasi berbasis web termasuk teknologi web services. Setelah melihat “sana – sini” saya memilih untuk untuk fokus pada bidang yang terakhir itu.

Nah,  melihat dari portofolio, berbagai macam projek yang telah saya kerjakan sangat dapat untuk digunakan mengurus KUM, sebuah aturan yang digunakan untuk menilai kalayakan sorang dosen untuk memperoleh pangkat yang lebih tinggi. Bayangkan kalau satu projek bisa di munculin di 2 (dua) jurnal nasional makasudah 40 (empat puluh) kum-nya. Kalau dilihat portifolio saya, berarti kurang – lebih sudah dapat 400 kum nih. Itu baru dari penelitian saja. Wah..wah….

Nah, yang saya maksud dengan “karir” adalah jika semakin cepat saya mengurus dan mendapatkan pangkat yang tinggi maka semakin terbuka pula peluang untuk karir yang lebih tinggi, tidak hanya diperguruan tinggi tapi juga di pemerintahan daerah, yang saat ini sedang gencar – gencarnya melakukan pemekaran.

Namun disisi lain, malihat peluang projek yang, alhamdulillah, masih dipercaya oleh teman – teman kepada saya untuk dikerjakan, rasanya saya, saat ini,  masih tergoda untuk tidak mengejar karir dulu. Ada ruginya juga sih. Yang paling kelihatan adalah kerugian jangka panjang. Pangkat lambat naik, karir semakin lambat. Tapi memangnya hidup ini cuman mengajar jabatan saja…?:).

Tapi kalau terus terlena dengan projek – projek yang ada maka dalam jangka pendek dapur tetap bisa ngepul cuman ya nantinya gini – gini saja…, tetap ga bisa ngasih kerjaan ke orang, bisanya cuman nrima karjaan alias tetap jadi slave. Sekali – sekali boleh dong ingin jadi master…, alias tangan diatas…,:)

Kebetulan saya senang masakan istri apalagi kalai kari ayam. Tahulah orang aceh kalao bikin ayam kari….makanan yang berdaging dan bersantan…penuh dengan rempah – rempah, kayaknya kurang rumput saja maka lengkap sudah semua tumbuhan didalam wajan itu ….:D

Nah, sepertinya dalam waktu dekat ini “kari” masih jadi prioritas. Insya Allah tahun depan perlu ada target baru…pusing…..:D

2 responses to “Memilihih Karir dan “Kari”

  1. Demi KUM, sang dosen harus rajin meneliti dan menulis, syukur2 kegiatan itu bisa jadi proyek. Asal jangan sampe gara-gara mroyek, kegiatan mengajar jadi terbengkalai, waluapun di penguruan KUM tertulis sang dosen tersebut mengajar apa saja di setiap semesternya ya hehehe

  2. jempol saja pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s