Datum (Data), Informasi (Information) dan Pengetahuan (Knowledge)

Sering sekali kita mendengar diskusi menarik tentang informasi (Information) dan pengetahuan (Knowledge). Banyak dari kita yang masih bingung membedakan kedua hal tersebut. Memangnya ada bedanya?

Berikut ini saya akan mencoba menjelaskan kedua terminologi diatas dengan asosiasi dari sudut pandang agak berbeda. Kalau hanya masalah definisi, silahkan googling saja maka anda akan menemukan ribuan tautan yang menjelaskan kedua istilah tersebut.

Data

Nah, bicara data (bentuk singular dari kata datum) saya kira kita semua sudah sangat paham. Data could be anything. Data dapat berupa kata benda, kata kerja, kata keterangan. Data adalah objek, misalnya: warna, marah, ballpoint, meja, lari dan lain sebagainya.

Data akan tidak memiliki arti bagi yang membacanya jika pembaca tersebut :

  1. Tidak memiliki kepentingan apapun terhadap data tersebut;
  2. Belum pernah memiliki pengalaman yang berkaitan/bersinggungan dengan data tersebut;

Misalnya, kadang kita melihat running text di disebuah stasiun TV tentang pasar modal. Disitu tertulis …..IHSG turun 100 bsp…..Nah, bagi mereka yang tidak berkepentingan atas saham dan atau tidak mememiliki pengetahuan tentang bursa efek maka 4 (empat) kata tersebut sangatlah tidak bermakna.

akan saya lanjutkan lagi..skarang mau mandi dan jalan – jalan (lagi liburan di singapore nih…)

Nah, itu adalah contoh dari apa yang dimaksud dengan data.

Informasi

Nah, misalnya running text tersebut menjadi …..IHSG turun 1000 bsp…… Buat Menteri keuangan, para pengusaha yang perusahaannya telah go public, para broker, institusi sikuritas dan berbagai intitusi maupun perorangan yang terlibat langsung maupun tidak langsung pada pasar modal (saham) maka tentu saja running text tersebut adalah informasi yang sangat berharga, bahkan dapat bernilai miliaran rupiah.

Data 4 (empat) kata tersebut tentu sangat bermanfaat bagi mereka (informasi) karena hal tersebut menyangkut investasi yang dapat membuat bangkrut (bagi pemegang saham yang sahamnya jatuh) namun dapat menjadi peluang untuk melakukan profit taking atau proses ambil untung (bagi para broker). Nah, sampai pada tahap ini data tersebut telah menjadi informasi.

So, seperti yang saya uraikan diatas maka dapat di pahami bahwa informasi itu bersifat subjektif alias tergantung siapa yang melihatnya. Oleh karena itu pada tataran tertentu informasi tersebut dapat saja kembali menjadi data lagi jika informasi tersebut diperlukan sebagai bahan untuk diolah menjadi sebuah informasi baru.

Pengatahuan

Nah, pada tahapan decision making informasi tersebut tentu saja masih sangat prematur untuk dapat dijadikan sebagai bahan untuk mengambil sebuah keputusan.

Dalam sebuah proses bisnis keputusan yang dibuat haruslah didasari pada pertimbangan yang matang sebab hal tersebut menyangkut investasi, performa, profit value yang sangat besar. Jika tidak hati – hati, cepat dan tepat maka perusahaan tersebut tidak hanya rugi tetapi bisa jadi akan menyebabkan collapse.

Nanti lagi dilanjut ya, Kayla musti minum obat dulu. Anak sayang tersebut udah kurang sehat 2 (dua) hari ini, juga sudah besar sehingga kalau mo minum obat musti 2 (dua) orang. Kalau tidak bisa tumpah obatnya,🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s