Delapan Macam Kecerdasan

Menurut Prof. Howard Gardner, Mahaguru Pendidikan di Universitas Harvard, setiap individu memiliki satu atau lebih dari delapan macam kecerdasan: Linguistik, Matematis-Logis, Spasial, Kenestetik-Jasmani, Musikal, Interpersonal, Intrapersonal dan Naturalis.

Hal tersebut dapat membuat setiap individu mampu meningkatkan kemampuannya secara optimal. Einstein, yang dikatakan mahacerdas, juga mempunyai kelemahan pada kecerdasan bidang yang lain. Einstein hanya sangat cerdas pada dua ketegori kecerdasana saja: Matematis-Logis dan Spasial. Namun untuk jenis kecerdasan yang lain, ia tidak terlalu menonjol. Itu adalah gambaran konsep kecerdasan Multiple Intelligence.

Teori Multiple Intelligence hadir sebagai koreksi terhadap konsep kecerdasan ala Alfred Binet (1904), yang memandang dasar kecerdasan setiap individu hanya pada Intelligences Question (IQ) saja. Berdasarkan tes IQ yang Ia kembangkan, Binet menempatkan kecerdasan seseorang dalam skala tertentu yang menitikberatkan pada kemampuan berbahasa dan logika saja.

Bila anak pandai dalam bahasa dan logika maka anak tersebut pasti mempunyai IQ yang tinggi. Tes model Binet itu, menurut Gardner belum mengukur kecerdasan seseorang sepenuhnya. Sebab seseorang yang cerdas tidak dapat diukur menggunakan dua kecerdasan saja tetapi harus meliputi delapan kecerdasan tadi.

Kecerdasan Matematis-Logis berisi kemampuan menggunakan angka dan melakukan penalaran secara tepat.

Kecerdasan spasial adalah kemampuan mengekspresikan dunia spasial secara akurat dan kemampuan mentransformasikan persepsi dunia spasial-visual tersebut dalam berbagai aspek kehidupan. Kepekaan terhadap warna, garis, bentuk, ruang dan keterkaitan antar unsur. Serta kemampuan imajinatif, mempresentasikan ide secara  visual atau spasial.

Kecerdasan Kinestetik-Jasmani, adalah keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide, perasaan, keterampilan menggunakan tangan untuk mencipta dan kemampuan fisik yang spesifik seperti keseimbangan, kelenturan, kekuatan atau kecepatan.

Kecerdasan Musikal adalah kemampuan mengapresiasi berbagai bentuk musik, membedakan, mengubah dan mengekspresikannya. Kepekaan terhadap irama, pola nada atau melodi dan warna atau suara nada suatu lagu.

Kecerdasan Interpersonal adalah kemampuan mempersepsi suasana hati, maksud, motivasi serta suasana hati orang lain. Kepekaan terhadap wajah, gerak, isyarat, kemampuan membedakan berbagai macam tanda interpersonal serta kemampuan mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu.

Kecerdasan Intrapersonal adalah kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasakan pemahaman itu. Kesadaran akan suasana hati maksud tempramen, keinginan, berdisiplin diri dan kemampuan menghargai diri sendiri.

Dan Kecerdasan Naturalis adalah keahlian mengenali dan mengkategorikan spesial flora dan fauna ilingkungan sekitar, kepekaan terhadap fenomena alam lainya dan kemampuan untuk membedakan benda hidup satu dan benda hidup lainya.

Nah, bagaimana memahami dan mendidik berbagai kecerdasan tersebut dalam sebuah kelas adalah inti dati apa yang disebut model pendidikan INKLUSI, yang seharusnya dipakai dalam mendidikan anak dengan tingkat kecerdasan yang berbeda – beda dan bukanya di sekolah – sekolah khusus.

(Disadur dari”Laskar Pelangi, The Phenomenon”, Asrori S. Karni, September 2008, P. 130-132)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s