Router Ubuntu Gutsy…

Dalam linux, OS kegemaran saya adalah Distro Redhat, yang sekarang udah jadi Fedora. Hal ini disebabkan karena pertama kali bersentuhan dengan linux (sekitar tahun 1999), saya menggunakan Redhat 6.0. Karena itu Redhat punya ikatan bathin dengan saya. Walau tidak berarti segala sesuatu di Redhat saya tahu. Hanya, ketika menggunakan distro lain, kalau ada masalah saya jadi kurang pede menyelesaikannya. Jadi ada semacam segesti saja bahwa kalau menggunakan Redhat saya pasti bisa menyelesaikannya waalaupun kenyataannya tidak demikian,😀

Nah cuman kali ini saya ingin mencoba Ubuntu Gutsy untuk membuat server router dan server lainya dalam satu mesin. Hal in dikarenakan ada teman yang mita bantuan saya untuk bikin warnet dikantornya. Yah karena teman jadi saya bersedia. Lagipula, udah kangen ama yang namanya ngoprek linux lagi.

Ok, lets get it on:

1 Ambil ISO ubuntu dari repository faforit saya (atau yang anda tahu):

#wget http://repo.ugm.ac.id/iso/ubuntu/gutsy/ubuntu-7.10-server-i386.iso

burning ke cd, lalu masukan cd ke cd-rom, rebooting pc, masuk ke BIOS, milih first boot adalah cd-room trus reboot lagi lalu ikuti instalasi sampai selesai.

Nah sekarang proses konfigurasinya:

Router

dedi@router:~$sudo su
[sudo] password for dedi:
root@router:/home/dedi#

Topologi jaringannya kira – kira ( kalau upload gambar berat, jadi deskripsi saja ya?)

Jaringan yang sudah ada misalnya Jaringan A 192.168.10.0, gw 192.168.1.1, IP: DHCP  (sudah terhubung ke Internet). Lalu ingin dibuat jaringan baru dibawah jaringan A tersebut, misalnya jaringan B dengan konfigurasi sebagai berikut:

untuk eth0: (konek keluar)
IP dhcp

untuk eth1: (konek kedalam)
Network: 10.5.5.0
netmask: 255.255.255.224
IP:DHCP: 10.5.5.2/27 - 10.5.5.30.27
Broadcast 10.5.5.31/27
gw : 10.5.5.1
IP router: 10.5.5.1

maka konfigurasinya IP untuk eth0 (yang berhubungan dengan jaringan luar):

root@router:/home/dedi# nano /etc/network/interfaces

auto lo
iface lo inet loopback

auto eth0
iface eth0 inet dhcp

auto eth1
iface eth1 inet static
address 10.5.5.1
netmask 255.255.255.224
network 10.5.5.0
gateway 10.5.5.1

ctrl+o untuk simpan dan ctrl-x untuk keluar ke shell:


root@router:/home/dedi#
root@router:/home/dedi#/etc/init.d/networking restart
root@router:/home/dedi# ping google.com

Untuk meng-enable kan router tersebut supaya host – host dalam sub network baru tersebut dapat ber Internet ria:

root@router:/home/dedi#echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

atau edit file tersebut:

root@router:/home/dedi#nano /etc/sysctl.conf

#net.ipv4.conf.default.forwarding=1

menjadi:

net.ipv4.conf.default.forwarding=1

ctrl+o, ctrl+x

root@router:/home/dedi#sysctl -p

supaya paket – paket dari host – host dibawahnya juga dapat dilewatkan pada router ke internet maka IP local tersebut harus di bungkus (MASQUERADE) dengan IP publik dari jaringan yang sudah ada. Hal ini dapat dilakukan dengan IPTABLES (untuk linux dengan kernel versi 2.4 keatas. Untuk Kernel versi 2.2, dengan IPCHAIN). Untuk teori tentang IPTABLES ditanyakan pada Dewa Google.

root@router:/home/dedi# iptables -t nat -A POSTROUTING -s 10.5.5.0/27 -d 0/0 -o eth0 -j MASQUERADE

Namun konfigurasi teersebut masih tersimpan dalam RAM dan belum terekam pada file sehingga ketika Komputer tersebut di reboot maka konfigurasi tersebut akan hilang. Oleha karena itu konfigurasi tersebut perlu disimpan dengan pada sebuah file:

Untuk menyimpan configurasi IPtable tersebut pada sebuah file:
root@router:/home/dedi#iptables-save /etc/iptables.routerku

Edit file:
root@router:/home/dedi#nano /etc/rc.local

Tambahkan konfigurasi:

echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
ctrl 0, ctrl x


Lalu edit file:
root@router:/home/dedi# nano /etc/network/interfaces

auto lo
iface lo inet loopback

auto eth0
iface eth0 inet dhcp
pre-up iptables-restore < /etc/iptables.routerku
post-down iptables-save > /etc/iptables.routerku

auto eth1
iface eth1 inet static
    address 10.5.5.1
    netmask 255.255.255.224
    network 10.5.5.0
    gateway 10.5.5.1

ctrl o, ctrl x


Keterangan:
pre-up iptables-restore < /etc/iptables.routerku

maksudnya adalah ketiga router tersebut dihidupkan maka setelah DHCP client meminta

IP pada DHCP server maka berikutnya adalah sistem meloading configurasi iptables yang tersimpan

pada file /etc/iptables.routerku


post-down iptables-save > /etc/iptables.routerku

maksudnya adalah saat router terebut pada proses shutdown mak configurasi yang saat ini bekerja

akan disimpan pada file /etc/iptables.routerku. Artinya perubahan – perubahan yang terjadi akan secara otomotis tersimpan pada file tersebut, dengan catatan bahwa sistem mengalami pemadahan (proses shutdown) yang normal.

2. DHCP Server

Lanjutnya kapan – kapan lagi ya, skarang saya mo bikin soal untuk tes lokal  CPNS besok untuk kualifikasi s2. hampir lupa padahal besok udah harus dikoreksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s