Pentingnya Menulis Dokumentasi Teknis

Assalamulaikum wr .wb.

Kalalu dilihat umur page ini, rasa – rasanya saya ga mo nulis lagi disini. Kasian, udah kelamaan ga ada posting-nya, tapi daripada buat page baru, akan membuat tampilan page ini jadi agak menor….:)

Page ini setulnya akan memuat dokumentasi dari berbagai pengalaman empiris yang sedang saya kerjakan atau yang ditanyakan ke saya, yang berkaitan dengan penggunaan dan pengembangan linux dan open source software. Namun biasanya saya agak kurang tertarik menuliskanya. Saya mah, lebih senang menulis hal – hal yang menjadi menjadi concern saya diluar kegiatan profesional saya alias kegiatan – kegiatan yang saya tidak mencari duit dari kegiatan itu. Semacam keprihatinan lalu menjadi kritis lalu dituangkan dalam ide dan dituliskan dalam catatan pribadi yang online ini.

Yang saya lakukan ini bukan sedang mengembangkan profesi kritikus diluar profesi saya sekarang seperti yang dimaksud Om Mario Teguh, tapi mengembangkan sikap kritis bukan berarti menjadi kritikus kan, Om? Bukankah sikap kritis itu penting?🙂

Cuman, dalam beberapa hal jadi pusing juga jika tidak ada dokumentasi pribadi. Apalagi dokumentasinya dapat disimpan di Internet yang dapat dibaca kapan dan dimana saja sepanjang tersedia koneksi internet.

Pusingnya itu karena ketika suatu hal teknis sudah jarang di deploy lagi maka lama kelamaan pengetahuan tersebut akan hilang. Perlu waktu dan effort yang lebih untuk kembali dapat mengingatnya lagi. Padahal waktu tersebut seharusnya dapat digunakan untuk hal yang lainnya.

Nah itu yang menjadi masalah saya sekarang. Karena jarang menulis dokumentasi untuk hal yang dulunya biasa saya lakukan namun sekarang sudah tidak lagi maka banyak kemampuan teknis yang dulunya saya miliki menjadi tercecer, entah dibagian mana dalam otak saya. Perlu effort lebih lagi untuk mendapatkan hal tersebut lagi. Oleh karenanya, insya Allah saya akan mulai membuat dokumentasi online untuk hal tersebut.

Hal ini menjadi terbersit dalam pikiran saya karena beberapa hari lalu saya dimintain tolong oleh teman (karena teman jadi mo saya bantu, :D) untuk membuat warnet pada jaringan yang sudah ada. Nah itu masalahnya. Karena lama saya sudah tidak berkutat lagi pada hal – hal yang yang teknis tersebut maka saya jadi butuh banyak energi lagi untuk browsing nyari tutorial yang berkaitang dengan bagaimana membuat server. Apalagi saya harus menjelaskan ke teman tersebut bahwa sebaiknya dibuatkan sebnet dari jaringan yang sudah ada untuk, untuk amannya. Tentu untuk untuk OS (Operating Systemnya selalu Linux kalau tidak Linux atau Linux…)

Saya perlu mencari lagi dikumentasi teknis yang begitu banyak tersebar di Internet karena (Terima kasih untuk Internet dan Sang Dewa Google). Sebab secara konsep saya mudah menjelaskannya tapi menyentuh hal teknis itu persoalan, bung. Karena itu juga, saya kira dalam dunia teknik atau rekayasa tidak ada istilah pengamat tapi yang ada hanya praktisi. Mungkin cuman Pak Roy Suryo aja yang menggunakan istilah pengamat telematika…

Iya kan…..

Anyway, kamaren ada mahasiswa saya yang nanya bahwa kenapa perlu untuk dibuatkan sebuah subnet baru pada jaringan yang telah ada kalau ternyata network yang telah ada dapat mengakomodasi host – host yang ada dalam jaringan.

One response to “Pentingnya Menulis Dokumentasi Teknis

  1. Pingback: XMMS pada Intrepid Ibex « Kaimana on the move

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s