Dari Pelatihan Komputer, “What can we excerpt…”

Alhamdulillah…Pelatihan komputer untuk Para guru di Kabupaten Fakfak selesai juga…. Namun namun lebih dari itu, akhirnya saya punya waktu untuk menulisnya…

Sebetulnya bukan karena sibuk sehingga tidak sempat untuk sharing informasinya, cuman di Papua ini kebanyakan liburnya. Kalau buat saya, liburan biasanya saya isi dengan nggangguin istri. Insya Allah ga ada bosannya…:).

Di Papua sendiri Terdapat 2 (dua) kategori libur, libur nasional dan libur daerah. Karena Papua (Papua dan Papua Barat) merupakan daerah otonomi khusus maka hal – hal yang berkaitan dengan administrasi pemerintahan juga berlaku khusus. (baca tulisan tentang kebijakan libur daerah di Papua).

Nah, karena tulisan ini berkaitan dengan pelatihan komputer yang beberapa waktu lalu telah dilaksanakan maka fokusnya akan kearah tersebut. Dan untuk lebijakan libur daerah, tulisanya bisa diperoleh disini.

Kondisi Makro Papua (Papua dan Papua Barat)

Seperti yang telah kita ketahui, ketersediaan Guru di Republik ini secara makro masih kurang. Jika dilihat dari distribusi kompetetensinya maka ketersediaan guru untuk mata kuliah – mata kuliah tertentu mempunyai gap yang sangat jauh, misalnya eksakta dan non-eksakta. Jika dilihat lebih jauh lagi dari sisi distribusi guru secara quantitatif di daerah jawa dan luar jawa (Papua, misalnya) maka gap yang terlihat akan semakin besar (walalupun dilihat dari sisi perbandingan jumlah guru dan murid), apalagi dari sisi qualitatif. Sejalan dengan itu, jika dilihat semakin jauh lagi distribusi guru dengan kategori mata kuliah tertentu maka gap yang dihasilkan akan semakin besar (Misalnya jumlah guru dengan kategori eksakta untuk mata pelajaran matematika di Jawa dan di Papua dibanding jumlah guru mata untuk kategori non-eksakta untuk mata pelajaran geografi).

Oleh karena keadaan geografis Papua yang sangat jauh dari tempat pengambil kebijakan alias Jakarta. Hitung – hitungannya begini, kalau menggunakan pesawat boeing 737-200, dengan rerata kecepatan pesawat tersebut sekitar 600 KM/JAM dengan waktu tempuh sekitar 5 JAM maka jarak dari Papua , bagian tengah dan selatannya saja, ke Jakara sekitar 3600 KM. Kalau 1 KM sama dengan 0.62 mil maka kalau 3600 KM sama dengan 2,234 mile. Kalau buat lintasan lari maka sangat lumayan buat menghilangkan lemak, :)…

Hal tersebut belum ditambah dengan keadaan sosio-kultural, ekonomi, peradaban yang membuat penerima informasi tersebut tidak memiliki tin-slicing, yaitu kemampuan memilah dan memilih informasi, yang baik. Hal tersebut tidak berkorelasi positif dengan kemampuan intelegensia namun lebih pada apakah otak kita yang sering dilatih untuk hal – hal tertentu tersebut atau tidak). (Baca buku Best Seller International-nya Malcom Gladwell, The Power Of Thinking Without Thinking).

Oleh karena rentang yang begitu jauh maka informasi yang sampai disini menjadi lama, sulit, berbisaya tinggi, kemungkinan telah mengalami bias dan biasanya sudah kadaluarsa. Itupun syukur kalau informasinya sampai ke tujuan. Dengan demikian maka perlu dipikirkan sebuah cara yang efektif dan efisien supaya informasi – informasi tersebut dapat sampai ditempat yang dituju dengan baik.

“Apa sih sekarang yang tak dapat dilakukan?”

Beberapa dekade lalu pertanyaan yang kadang sulit dijawab oleh mereka yang berada dalam dunia TI (Teknologi Informasi) adalah “Ada ga sih alat/program untuk membuat ini?” atau “Ada ga sih program untuk membuat itu?”. Namun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah membalikkan paradigma – paradigma seperti itu. Pertanyaan seperti itu dalam dunia TI saat ini telah dibalik menjadi pertanyaan: “Apa sih sekarang yang tidak dapat dilakukan?”. Kalau saat ini dalam dunia TI tidak ada program atau alat yang diinginkan maka itu tidak berarti program atau alat tersebut tidak ada. Hanya karena kita belum mengetahui keberadaan alat tersebut tidak berarti lantas dikatakan bahwa alat atau program tersebut tidak ada, bukan? Analoginya sama dengan ketika dikatakan bahwa alam semesta tempat bumi berada ini adalah tak terbatas. Hanya karena kita belum/tidak memiliki alat yang dapat mengetahui batas – batas alam semesta ini lantas tidak bisa dikatakan bahwa alam semesta ini tak terbatas, bukan? Kenyataannya, ilmu pengatahuan modern telah membuktikan bahwa ternyata alam semesta ini memiliki batas tepian / horizon walaupun jarak tepi terdekatnya kurang lebih 650 miliar tahun cahaya. (Kecepatan cahaya 1 detik = 300.000 KM). Hitung sendiri ya…

Dengan menerapkan prinsip mass production will effectively decrease costs production maka kemajuan TIK diharapkan dapat juga digunakan secara umum.

Oleh karena itu maka kemampuan teknologi komunikasi dan informasi yang saat ini sangat sulit diprediksi batas perkembangannya diharapkan dapat digunakan sebaik – baiknya demi memajukan kualitas kehidupan manusia. Dan dalam dunia pendidikan, hal tersebut diharapkan dapat digunakan untuk meningkatakan kualitas informasi yang dihasilkan serta sharing informasi dapat dilakukan dengan cepat dan murah.

Mencetak tenaga pengajar yang melek TI

Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah berkembang dengan sangat pesat. Kemajuan tersebut telah membuat informasi yang dihasilkan semakin cepat dan murah, mudah disebarluaskan, dicari dan dikumpulkan. Kemajuan TIK yang telah merambah hampir disemua bidang kehidupan telah merubah paradigma atau pola bagaimana manusia berinteraksi dan bagaimana hal tersebut telah membuat manusia medapatkan keuntungan dan kemudahan darinya.

Dalam dunia Pendidikan, misalnya, kemajuan TIK telah merubah bagaimana seorang dosen dan mahasiswanya berinteraksi. Email, Voice over Internet Protocol (VoIP), Video Conference, Chatting, e-learning, e-education, dll, telah mendatangkan sebuah paradigma baru bagaimana interkasi tersebut dapat dilakukan. Dalam Dunia bisnis, misalnya, telah dikenal pula istilah e-bussines, e-government, e-payment, e-transaction dan lain sebagainya yang pada intinya adalah membuat proses yang dulunya hanya dapat dilakukan secara manual namun sekarang telah dapat dilakukan secara online dan real – time.

Oleh karena perangkat – perangkatnya telah ada (software dan hardware) maka selanjutnya adalah bagaimana menghasilkan brainware yang dapat menggunakan perangkat – perangkat tersebut.

Oleh karena itu, DIKTI mempunyai gagasan, yang menurut saya sih harusnya udah dari dulu diusahakan, untuk bagaimana melatih para guru (tenaga pengajar), terutama yang ada di daerah yang belum maju tingkat pendidikannya serta jauh rengtang jangkauanya dari pusat, untuk dapat memanfaatkan TI untuk meningkatkan kualitas pengajaranya.

Seperti diketahui bahwa kemajuan TIK, dalam hal ini adalah Internet, telah membawa peradaban sampai pada sebuah titik dimana batas – batas ruang dan waktu menjadi tidak jelas. Informasi yang terhampar dalam dunia maya tersebut begitu banyak. Masalahnya adalah bagaimana mana kita memperolehnya.

Oleh karena itu maka DIKTI merancang sebuah program pelatihan penggunaan komputer dan aplikasi internet bagi para guru didaerah – daerah yang dikategorikan tertinggal sehingga para guru tersebut dapat menggunakan media internet sebagai media pembelajaran untuk menigkatkan kualitas bahan ajar dengan mencari berbagai informasi yang tersebar di internet, melakukan diskusi dan sharing informasi dengan kolega ataupun mereka yang berkompeten dalam bidang tertentu lalu menyebarluaskan informasi tersebut untuk digunakan secara bersama – sama oleh mereka yang lainnya yang juga membutuhkan.

Oleh karenanya, maka program tersebut harus didukung oleh kita semua terutama oleh pemerintah daerah khususnya di Papua dan papua barat yang faktanya sangat jauh tertinggal dari sisi kualitas dan kuantitas tenaga pendidik.

Buat saya pribadi, harusnya program tersebut dapat diusahakan dari beberapa watu lalu, tapi, seperti kata pepatah, better late than never…

Jadi, pertanyaan yang saat ini masih berkisar: “Apa sih sekarang yang tidak dapat dilakukan?”

Salam,

Ided

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s