Naif…

Banyak hal yang aneh ditempat penulis bekerja saat ini. Karena itu mudah – mudahan anda tidak pusing membaca banyak kata aneh dalam tulisan – tulisan penulis…. :D…

Bukan maksud hati ingin mengeluh…namun penulis ingin sharing dengan anda – anda semua yang selalu mengomentasi tulisan – tulisan penulis. Dan untuk itu penulis sangat berterima kasih kepada anda semua…. Namum disamping itu penulis juga baru belajar menulis….apa saja yang terlintas akan penulis sampaikan….Apalagi rata – rata anda yang mengomentari lewat email tidak berada di Papua atau di tempat kerja yang sama dengan penulis jadi asik melakukan sharing…Nah, tulisan berikut ini tentang kompetensi asalah – asalan program studi komputer ditempat kerja sekarang.

Sampai saat ini penulis masih tetap berpendapat bahwa tidak bisa kita hanya pernah kursus beberapa bulan atau tahun, atau sedikit tahu komputer dengan ”hanya” bisa menginstal program – program aplikasi atau sistem operasi yang kebanyakan juga bajakan,😀, lantas bisa menentukan kompetensi sebuah program studi atau jurusan komputer. Atau kita bisa mengetik di MS Word atau MS Excel (yang juga bajakan itu, :D) atau bisa sedikit programming menggunakan salah satu bahasa pemrograman, lantas merasa bisa menentukan standar kompetensi sebuah jurusan komputer…..sungguh terlalu naif….!!!.

Anda tentu sepakat dengan penulis bahwa tidak bisa seseorang yang pernah tinggal lama di negara yang first language-nya adalah bahasa inggris dan dapat berbahasa inggris dengan baik dan lancar lantas ketika balik ke negaranya, yang first language-nya bukan bahasa inggris, lantas merasa berkompeten menyusun standar kompetensi atau kurikulum jurusan sastra inggris atau pendidikan bahasa inggris….., sungguh naif bukan.?

Penulis tidak menafikan bahwa banyak teman – teman penulis atau entah siapa saja yang tidak berpendidikan tinggi formal komputer namun begitu ahli di bidang komputer. Namun demikian mereka juga tidak lantas memiliki kompetensi untuk menyusun standar kompetensi atau kurikulum komputer.

Harus kita sadari bahwa tidak semua dari kita bisa melakukan hal yang sama. Karena itulah diperlukan kurikulum standar kompetensi kwalitas sebuah jurusan atau program studi. Tidak semua dari kita juga dapat melakukan hal dengan metode yang sama karena itulah perlunya kurikulum standar kompetensi. Tidak semua dari kita juga bisa cepat menerima sesuatu hal yang baru karena itulah perlunya kurikulum standar kompetensi, dlllll sebagainya. Dengan demikian kita semua bisa belajar untuk mencapai hal – hal tersebut dengan langkah – langkah yang dapat kita ikuti, tentun saja…

Sebetulnya moral of the story dari cerita ini adalah kita memang musti aware terhadap segala sesuatu yang bukan bidang kita dengan merujuk pada mereka yang paham/kompeten untuk mengurusnya….

Enjoy…!!!

One response to “Naif…

  1. yupz benar , setiap orang punya plus minusnya sendiri , kalo semuanya sempurna , hidup di mars aja dan jadi raja tanpa ada rakyatnya.

    http://www.putralovers.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s