komtemplasi lagi…..(2)

PART TWO

Bukan Dik Doank…

Kalau budaya NATO orang Indonesia itu mudah melihatnya. Kebetulan di Pulau Papua ini banyak orang asing (bule). Nah, kalau kebetulan anda berada di Papua dan kebetulan sedang melakukan satu perjalanan dengan para orang asing tersebut maka kalau mau diperhatikan maka anda akan lihat bahwa ada sebuah kebiasaan atau ternyata malah budaya yang berbeda antara orang kita dan orang – orang bule tersebut. Penulis katakan sepertinya sudah menjadi budaya alias kebiasaan karena ternyata hampir dalam setiap perjalanan/penerbangan bersama mereka hal tersebut selalu menjadi kebiasaan mereka dalam menghabiskan waktu. Ternyata cara menghabiskan waktu mereka sangat efektif dan cerdas, yaitu selalu menghabiskan waktu dengan membaca buku walaupun kadang kesan yang timbul ketika melihat mereka seperti belum “rapi” alias berantakan. Walaupun memang tidak semua sih….:).

Biasanya yang penampilanya demikian kalau kami di Papua menyebut mereka dengan bule kaki abu. Dalam aksen kami itu artinya bule yang kebanyakan jalan dijalanan berpasir sampai kakinya berdebu, alias sebetulnya maksud kita bule yang seperti itu adalah bule kere. Karena sepengetahuan kami orag Papua, biasanya sih bule kan tajir. Datangnya kan dari Negara tajir kok, masa berantakan gitu….🙂.

Nah, kalau kita melihat diri “bercermin’ yang pertama diperhatikan oleh orang kita dalam melakukan perjalanan adalah masalah style, alias gaya. Apakah gaya berpakaian kita sudah mencolok atau belum? Kalau bisa sih sekalian seperti penyanyi dangdut gitu alias menjadi pusat perhatian…:D. Dan memang begitulah kebanyakan dari kita. Kita memang menyenangi hal – hal yang bersifat formalitas. Aksesoris. Lalu jika diperhatikan lebih jauh ternyata dalam perjalanan yang kebanyakan “berisik” adalah orang kita juga. Artinya memang kita lebih senang menghabiskan waktu dengan ngomong. Anda bayangkan kalau dalam sebuah perjalanan di Papua yang rata – rata menghabiskan waktu plus-minus 2 jam, lalu kalau dua atau lebih orang yang bercerita selama waktu itu maka entah apa isinya. Bukan Su’udlon (berprasangka kurang baik) namun penulis hanya ingin memberikan gambaran bahwa ternyata budaya kita memang masih seperti itu. NATO.

Nah, kembali ke opini – opini tadi. Masalah – masalah sosial-kultural-ekonomi yang penulis sampaikan dalam tulisan – tulisan ini karena hal – hal tersebut yang penulis hadapi saban hari. Karena itu penulis sering berkontemplasi bahwa sebetulnya penulis ini juga korban lingkungan yang tidak mencerdaskan. Karena masalah – masalah yang sama yang selalu muncul di sini. Dan kebanyakan dari itu semua adalah masalah – masalah sosial yang tidak ada hubungan dengan field interest penulis bahkan tidak pada tataran latara belakang pendidikan penulis. Tapi ya tadi itu, rocker, eh engineer juga kan manusia, 🙂. Jadi cost (waktu dan energi) sosial ternnyata terlalu besar menyita perhatian kita disini. Akibatnya waktu dan energi untuk memikirkan hal – hal lain yang lebih menarik dan mencerdaskan menjadi jauh berkurang. Atau bahkan tidak ada sama sekali. Padahal, sebetulnya kalau mau dilihat dalam peradapan modern, masalah – masalah itu sudah dihindari bahkan dijauhi oleh masyarakat di negeri – negeri dan peradaban – peradaban yang telah maju dan beradab.

Tapi begitulah kami disini, Papua. Walaupun peradaban kami belum maju, secara pendidikan kami masih tertinggal, indeks pembangunan manusia kami masih diantara terendah, perilaku kami yang tidak singkron dengan intelegensia kami, kami masih terbelakang dalam hal mengkases informasi dan segala kekurangan serta keterbelakangan yang lain namun kami sudah mulai membangun. Kami sudah mulai sadar bahwa kami juga bisa maju. Jika kami diberi kesempatan kami pasti bisa maju. Dan kami, selalu senang serta menyenang hidup ditanah kami sendiri yang penuh kekurangan tersebut. Karena kenyataanya kami sangat kaya. Semoga kami tidak NATO. Salam……

Namanya juga takruang, mudah – mudahan anda tidak menilai selayak rubbish….

(In the middle of difficulties lie opportunities…, [Om Albert])

2 responses to “komtemplasi lagi…..(2)

  1. Pingback: Kontemplasi Lagi…..(1) « Kaimana on the move

  2. Bukan Dik Doang…tapi kalo melihat Engineer juga Manusia kayaknya mendekati Serius d…:-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s